Emang enak bgt klo udah berurusan dengan yg namanya uang uang dan uang di lembaga pemerintahan. Contohnya yang akan jadi crita saat ini.
Ini hari ketiga dari 7 hari aq mengajar/training di sebuah institusi pemerintahan DIY (inisialnya b). Kegiatan ini merupakan suatu langkah yg diambil pihak dinas terkait menyusul adanya suatu RUU yang akan diterapkan dimana ada hubungannya dengan kerja internal dinas tersebut. Dalam waktu bersamaan selain teamq, juga ada proyek lain yang berkepentingan di sini. Teamq sih bisa dibilang orang ketiga yang harus mengaku sebagai orang kedua dalam proyek ini (bingung khan.., itulah persaingan bisnis yang tidak sehat di negara kita). Dana yang dianggarkan dalam setiap proyek selalu berbunyi ratusan bahkan milyaran rupiah. Kegiatannya menyangkut pengembangan dan penerapan teknologi informasi, klo teamq berhubungan dengan jaringan. Sungguh luar biasa markup yang dilakukan, aq sendiri yang berprofesi di bidang IT benar2 mo bilang "wah wah wah" melihat nominal transaksinya. Aq hanya bisa menafsirkan keuntungan yang masuk kantong pebisnis dan orang yg mengambil kesempatan ini bisa sekitar 800 s/d 900%. Kapan ya.. aq bisa dapet keuntungan sebesar itu. Jawabannya mungkin extrim kali.. sapa yg kuat dia yg menang, sapa yg di atas dia yg berkuasa, jika ingin berkuasa lakukan monopoli.
Sekedar buka2an, proyek seperti itu dari diriq sendiri aq berani memproklamasikan nominalnya di bawah seratus juta. Tapi ga usah dipermasalahkan deh... coz qta ga punya duit banyak buat bayar aparat dan hakim :D.